Showing posts with label gadget. Show all posts
Showing posts with label gadget. Show all posts

Wednesday, July 15, 2009

Modem ZTE MF622 tiba-tiba mati

Salah satu yang jadi kebiasaan saya didepan komputer adalah multitasking. Walaupun spek PC nggak bagus-bagus amat (Atlhon 64 +3000, RAM 1Gb, VGA 6600GT 128Mb), biasanya saya membiarkan modem dalam keadaan connected ke internet, browser Firefox terbuka dengan minimal tab Gmail dan Greader aktif. Lalu sambil nunggu update di browser saya biasanya juga sambil main PES2009 full screen.

Pada suatu ketika kira-kira 3 hari lalu dalam keadaan desktop multitasking seperti itu, tiba-tiba modem disconnected. Biasanya hal seperti ini sering terjadi. Tinggal connect lagi dan semuanya akan kembali normal. Namun saat itu muncul keanehan. Indikator modem di interface tampak berwarna merah. Hal ini menunjukkan bahwa modem dalam keadaan tidak terdeteksi oleh PC. Hal yang biasa saya lakukan adalah mencabut modem, close interface dan diamkan beberapa saat sebelum saya plugin lagi modem ke USB. Setelah itu run interface modem, namun lagi-lagi modem tidak terdetek. Dicoba berulang kali sampai melakukan hard boot juga tidak ada pengaruh.

Karena di interface modem menunjukkan tidak ada modem yang terdetek saya coba langung ke Device Manager (OS yang saya pakai Windows XP SP3). Disana terbukti dibagian modem ternyata tidak ada nama modem ZTE MF622. Dengan kata lain driver modem di komputer secara tiba-tiba terhapus entah bagaimana. Karena modem sudah tidak ada di device manager maka tentu saja langkah berikutnya yang terpikirkan adalah menginstall ulang driver modem. Driver modem ZTE MF622 ada di dalam modem tersebut yang apabila diplugin ke USB akan terbaca sebagai USB storage. Proses instalasi driverpun berjalan normal tanpa ada masalah. Restart komputer. Dan yang terjadi adalah sama saja, alias modem tetap tidak terdetek oleh komputer. Saya lihat lagi di device manager dan memang tetap tidak ada nama modem ZTE MF622 disitu.

Kemudian berikutnya saya coba kutak katik lagi, mulai dari instalasi driver dari hard disk sampai menggunakan driver modem dari bawaan modem ZTE MF622 bawaan operator Three. Hasilnya tetap nihil, modem selalu tidak terdeteksi oleh komputer. Dari hasil pengamatan, setiap kali modem di plugin ke USB, komputer selalu hanya mengenalinya sebagai USB storage berupa CD Drive (bisa dilihat di Device Manager) dan tidak pernah kemudian mengenalinya sebagai sebuah modem USB. Proses deteksi selalu berhenti sampai disitu sehingga tidak terjadi proses instalasi driver modem yang seharusnya dilakukan setelah itu. Karena itu, saya berpikir bahwa proses deteksi sebagai USB Storage (CD Drive) jangan sampai terjadi, sehingga langkahnya langsung skip ke proses deteksi sebagai modem. Dengan demikian komputer yang mengenalinya sebagai modem akan melakukan instalasi driver untuk modemnya.

Untuk itu yang saya lakukan adalah dengan men-disable CD ROM Drive ZTE yang ada di Device Manager. Agar entry CD ROM Drive ZTE ini muncul di Device Manager, modem harus terlebih dahulu di plugin ke USB port. Setelah itu masuk ke Start Menu > Control Panel > System > Hardware lalu klik Device Manager. Lalu buka entri DVD/CD ROM Drive, klik kanan ZTE CD Drive lalu pilih Disable. Cabut modem dari USB port kemudian saya diamkan beberapa menit. Berikutnya plugin modem ke USB port dan walaaaa!!! Modem langsung terdetek oleh komputer dan proses instalasi driverpun langsung berjalan dengan otomatis dan semuanya kembali normal.

Yang saya tetap tidak tahu kenapa driver modem bisa tiba-tiba terhapus pada saat keadaan modem sedang terkoneksi. Apakah ini ada hubungannya dengan kebiasaan multitasking yang menghabiskan resource komputer? Entahlah, yang jelas sekarang kalo main PES 2009 saya tidak pernah lagi sambil dalam keadaan modem terkoneksi :)

Wednesday, June 24, 2009

Evolusi fotografi, konvergensi still image dan video

Hosted by imgur.com

Pagi ini dari internet saya dapat kabar Kodak akan menghentikan produksi Kodachrome film mulai tahun ini. Sekilas info mengenai film positive Kodachrome ini: pertama kali diproduksi oleh Kodak pada tahun 1935 dan menjadikannya film foto tertua yang diproduksi sampai tahun ini, 74 tahun! Dikenal sebagai bright, colorful film dengan tingkat kontras yang rendah (menjadikannya sangat cocok sebagai media slide transparansi), Kodachrome menjadi bagian dari sukses Kodak pada saat itu. Anda dapat melihat galeri foto yang menggunakan film Kodachrome di sini.

Hosted by imgur.com
Kodachrome 1935-2009 R.I.P.

Namun seiring dengan berkembangnya teknologi digital, era film kamera analog menjadi semakin sempit. Dengan segala kelebihannya, fotografi digital perlahan mulai menjadi standar untuk mereka yang terjun dalam industri fotografi. Saya ingat sewaktu dulu kuliah, dimana kami masih berada pada era kamera foto analog. Kami dituntut untuk benar-benar mempertimbangkan segalanya mulai dari komposisi sampai exposure sebelum kami menekan shutter button karena setiap kegagalan adalah cost yang terbuang percuma. Kami belajar bagaimana memproses dan mencetak film negative dan positive sendiri di lab kampus. Kegagalan demi kegagalan dalam mencampur emulsi dan salah timing menjadi bagian dari proses belajar. Namun dengan hadirnya teknologi digital, film costs menjadi hilang. Biaya untuk memotret menjadi lebih murah.

Pada tahun ini, evolusi teknologi kamera SLR fotografi seolah telah mencapai titik stagnan. Praktis tidak ada sesuatu yang baru yang ditawarkan, hanya improvement pada sensor yang kemudian dieksplorasi oleh pabrik-pabrik melahirkan kamera-kamera dengan resolusi besar (which I think is not such a big deal). Atau semakin banyaknya kamera-kamera FourThird yang dipimpin oleh Olympus. Namun kemudian Nikon melakukan terobosan dengan menghadirkan kemampuan untuk merekam video format HD pada kamera DSLR mereka Nikon D90, yang kemudian tidak lama diikuti pesaingnya Canon dan merek lain. Hal ini menjadikan kamera foto yang selama ini hanya bisa digunakan untuk merekam gambar diam (still image) menjadi seperti handycam yang mampu merekam gambar bergerak (video) lengkap dengan suaranya. Ini merupakan feature kebalikan yang sudah ada cukup lama pada handycam-handycam yang mempunyai kemampuan untuk seolah-olah mengambil foto dengan mem-freeze satu frame dari video yang direkam. Namun hasil foto yang dihasilkan oleh handycam ini tidak memiliki kualitas sebaik hasil foto dari kamera digital.

Hosted by imgur.com
Nikon D90. Kamera DSLR pertama dengan kemampuan rekam video

Implikasi pada sisi fotografer & media dari konvergensi antara still image dan video pada kamera DSLR ini:
Dikarenakan kualitas rekam video dalam format HD memiliki kualitas gambar yang baik ditambah kemungkinan kombinasi dengan lensa-lensa kamera yang tersedia, maka fotografer dapat menghasilkan video dengan kualitas film yang sangat baik. Bayangkan video dari kamera dengan kualitas gambar seperti Nikon D90 dikombinasikan dengan lensa Nikkor 200mm f/2.8 misalnya. Imagine the sharpness and the ability to utilize depth of field to create a remarkable feature presentation.
Makin banyak wartawan foto yang akan dibekali dengan kamera seperti ini. Sehingga ketika mereka diminta meliput sesuatu, editor dapat mengharapkan tidak hanya materi berbentuk still image tapi juga liputan berbentuk video. Dalam era konvergensi media seperti sekarang, hal ini jelas sangat akan membantu. Contoh, wartawan Kompas akan memberikan foto hasil liputan untuk dicetak di harian Kompas sedangkan video dipublish di media online Kompas.com Semua dengan hanya satu orang dan satu alat.


Video menggunakan kamera DSLR Canon 5D Mark II oleh Paul Burwell

Contoh dari kemungkinan kreatif yang menarik dan saat ini menjadi trend adalah aplikasi Moving Movie Poster. Berbeda dengan poster film biasa, poster film yang ini akan dapat bergerak (seperti film). Tantangan dari pembuatan Moving Movie Poster ini adalah bagaimana membuat sebuah film/animasi dengan kualitas dan lighting sama dengan kualitas dan lighting dari sebuah still image yang dihasilkan kamera foto yang akan digunakan sebagai poster film. Karena miripnya dengan poster biasa, orang yang pertama kali melihat poster ini akan menyangka poster ini sebagai poster film biasa, namun mereka akan kaget ketika aktor (atau apapun) yang ada di poster itu tiba-tiba bergerak.


Pembuatan Moving Movie Poster oleh Alexx Henry

Apakah yang kemudian terjadi selanjutnyas setelah ini? Pertama film fotografi sekarat, apakah kemudian still image akan menyusul? I admit I'm a sucker on all things retro, jadi secara pribadi saya tidak terlalu antusias pada apa yang terjadi saat ini di teknologi kamera. Saya tetap percaya pada kekuatan sebuah still image. Saya selalu melihat tantangan terbesar dalam still image adalah bagaimana sang fotografer dapat menyampaikan berjuta pesan, makna dan perasaan dari hanya satu gambar yang dihasilkan dari hanya sekian detik kesempatan saja. Tetapi seperti pada hampir semua teknologi baru, kita tidak bisa mengelak. Dan kesempatan & kemungkinan kreatif yang dihasilkan mungkin saja akan terlalu menggoda untuk dilewatkan begitu saja.

Thursday, January 31, 2008

Nüvifone. New phone from Garmin.





The convergence of hand-held gagdets become more and more advance right now. After the convergence of phone and camera to media player and office productivity, now the GPS (Global Positioning System) technology has its way.
Recently Garmin as a company well known for its GPS product release their preview for the upcoming product called the Nüvifone. It is practically a cell phone loaded with current technology specification but with a builtin GPS system from the well known company.
Some said the user interface is the same as Iphone from Apple. From its 3,5 inc touch screen you can see 3 big icon: Call, Search and View Map. The idea of making GPS system available into your phone, IMHO is very interesting. There are a lot you can do with the builtin GPS beside of reguler things such as for navigation and finding places. For instances, you can take a picture of beautifull landmark with the camera, geotagged it (put coordinate information in it). The user may then save the image so they can navigate back to the location, or email the image to a recipient who can navigate directly to the location. Or take a picture of yourself waiting, send it to your friend so they will be easy to find you.
Garmin anticipates that the Nüvifone will be available in the third quarter of 2008. Specific details about pricing and sales partners will be announced in the future.
Features include:
  • Google local search
  • Garmin Online services - traffic, weather, fuel prices, hotel discounts, etc.
  • N vi-like navigation on the road or in pedestrian mode
  • Email, text, IM functions
  • Camera, video camera, MP3 and MPEG4/AAC
  • GSM HSDPA